Welcome

3 Kriteria Pokok Judi Poker Online

Jaman modern sekarang ini dunia bisnis pun makin berkembang dengan segala variasinya. Dunia perbankan pun terbagi menjadi bank konvensional dan bank syariah. Lalu juga ada berbagai jenis asuransi dan berbagai bentuk instrumen keuangan lainnya. Belum lagi dengan adanya forex trading, kegiatan hedging, spot di pasar uang dan lain sebagainya, baik itu yang terkait dengan penggunaan uang kertas di setiap negara dengan nilai tukarnya masing-masing yang berbeda-beda yang dipatok dengan USD (dollar Amerika) ataupun jual beli komoditi barang di pasar internasional, termasuk jual beli emas dalam berbagai variasi bentuk transaksinya dan lain sebagainya

Beberapa ada yang lantas disebut haram karena termasuk sebagai salah satu bentuk judi. Kalau memang beberapa variasi transaksi atau kegiatan bisnis tersebut termasuk dalam kategori judi dan memenuhi unsur judi maka kegiatan atau transaksi tersebut adalah haram hukumnya. Nah guna memahami hal tersebut maka berikut ini adalah judi dalam pandangan Islam dan tiga kriteria pokok suatu kegiatan atau transaksi bisnis itu dapat disebut sebagai termasuk judi.

Definisi Judi

Judi adalah segala bentuk kegiatan atau pertandingan atau permainan atau pengundian menang kalah yang mensyaratkan bagi pihak pemenang untuk mengambil suatu keuntungan atau benefit seperti harta atau bentuk keuntungan lainnya dari pihak yang kalah. Judi ini istilahnya adalah maisir. Dilakukan dengan kesengajaan dan adanya unsur ketidakpastian mengenai pihak yang akan menang atau kalahnya.

Tiga Kriteria Pokok Judi

Suatu kegiatan itu bisa disebut sebagai judi jika memenuhi tiga hal sebagai berikut.

Obyek Judi sebagai Taruhan

Pertama, adalah adanya obyek judinya, yakni berupa taruhan atau murabahah, yaitu benefit atau bentuk keuntungan barang harta (uang, rumah, mobil dan lain sebagainya) ataupun jasa (ikatan kerja dalam jangka waktu tertentu, atau kesediaan dinikahi dan lain sebagainya, atau kesediaan meminjamkan mobilnya atau rumahnya, kesediaan untuk mengganti rugi dan lain sebagainya, termasuk juga kesediaan untuk mengaku kalah) dari pihak yang berjudi, dari kedua belah pihak atau salah satu pihak.

Pihak yang Berjudi

Kemudian yang dimaksud  sebagai pihak di sini bisa berupa orang yang konkret atau nyata atau al syakhsh al haqiiqi, ataupun diwakili dalam bentuk suatu benda, alat atau mesin, seperti mesin judi atau suatu aplikasi program judi seperti jika judi on line dan lain sebagainya. Jadi unsur yang kedua ialah adanya pihak-pihak yang melakukan judinya, yakni adanya pihak yang akan menang dan mengambil keuntungan dari pihak yang kalah, serta adanya pihak yang kalah yang akan mengalami kerugian atau kehilangan obyek judinya.

Kebutuhan bermain poker online adalah salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan, jika anda ingin bermain poker ditempat yang benar-benar aman dan terpercaya, silahkan mencoba untuk mempertimbangkan bermain di server idn poker kami karena kami adalah agen poker yang sangat terpercaya.

Kegiatan atau Permainan (la’bun) Penentu Menang Kalah

Lalu unsur yang ketiga adalah adanya kegiatan judinya, atau aturan permainannya yang fungsinya untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Misalnya dadu atau  kalah menangnya suatu pertandingan atau lomba antar pihak yang bertaruh, seperti adu hewan seperti ayam, atau jangkrik dan lain sebagainya, aturan permainan catur, atau kartu permainan domino atau permainan kartu yang lainnya, atau aturan permainan sepakbola, atau suatu pacuan kuda, atau terjadinya prediksi atas suatu peristiwa, atau munculnya angka, atau aturan putaran botol atau alat undi lainnya yang digunakan untuk menentukan pihak yang menang dan pihak yang kalah dan lain sebagainya.

Itulah ketiga hal atau unsur atau kriteria sehingga suatu aktivitas atau kegiatan tersebut termasuk sebagai judi.

Hukum Judi adalah Haram

Melakukan judi dalam Islam hukumnya adalah haram, terlarang, dan pelakunya mendapat dosa. Islam mengharamkan judi (al maisir/al qimaar) dalam berbagai bentuknya. Berikut beberapa dalil pengharaman judi tersebut.

QS Al Baqarah 2:129

Disebutkan di ayat tersebut bahwa minuman keras dan judi adalah dosa yang besar, jadi meski mungkin ada manfaatnya namun dosa dan mudharat atau keburukannya jauh lebih besar.

QS Al Maidah 5:90

Dalam ayat ini terdapat perintah untuk menjauhi judi, sebagaimana perintah juga untuk menjauhi minuman keras beralkohol atau bermabuk-mabukan, dan menyekutukan Allah, berbuat syirik, mempersembahkan korban kepada berhala. Berdasarkan pada ayat Quran tersebut, maka para ahli hukum fiqih Islam atau para fuqoha lalu bersepakat bahwa judi hukumnya adalah haram.

Keharaman judi itu secara tegas terindikasi dari qarinah yang menunjukkan adanya larangan yang bersifat tegas atau jazim sebagai berikut. Penggunaan kata taukid, yang merupakan kata penegas, yakni kata innama yang artinya adalah sesungguhnya. Lalu pada ayat tersebut juga judi disebut sebagai rijsun atau najis dan termasuk perbuatan kotor, bersama dengan perbuatan bermabuk-mabukan dan menyembah berhala. Kemudian pada dalam ayat tersebut judi disebut pula sebagai perbuatan syaitan atau min ‘amalisy syaithan. Kemudian juga adanya perintah langsung dari Allah yang disebutkan dengan secara eksplisit untuk menjauhi judi.

Itulah judi dalam pandangan Islam dan tiga kriteria pokok judi.