Alasan Judi Online Tidak Dibernarkan Dalam Islam

Alasan Judi Online Tidak Dibernarkan Dalam Islam

Alasan Judi Online Tidak Dibernarkan Dalam Islam

Judi Online – Pemain judi kebanyakan melakukan permainan dengan tujuan ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Bahkan para pemain ini rela melakukan apapun agar tujuannya tercapai, mulai dari hal yang masuk akal hingga tidak tercapai.

Sayangnya, tidak semua orang mengalami keberuntungan, karena dalam permainan tentu ada yang menang dan ada yang harus kalah. Kalah dan menang menjadi hal yang wajar terjadi, namun jika tidak memahami dengan baik, para pemain ini tidak akan menyadari bahwa judi banyak menyimpan hal buruk.

Judi online sendiri telah dikenal cukup lama, walaupun belum populer seperti saat ini. judi online saat ini semakin digemari akibat saat ini telah banyak smartphone yang didistribusikan. Bahkan, harga smartphone yang semakin terjangkau membuat sebagian masyarakat saat ini sudah memiliki smartphone.

Distribusi smartphone yang semakin mudah, ditambah harga smarphone di pasaran yang semakin beragam dan terjangkau membuat masyarakat bisa saja memiliki smartphone lebih dari satu. Di sinilah judi online semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Dengan modal smartphone yang memiliki akses internet, tak sulit bagi masyarakat untuk mengunjungi situs judi online terpercaya. Biasanya situs ini memiliki beragam jenis permainan judi mulai dari kasino, poker, slot, dan sebagainya. Sayangnya apapun jenis permainan judi yang dilakukan, para pemain ini tidak sadar bahwa permainan judi ini sangat dilarang dalam Islam.

Alasan Judi Online Tidak Dibernarkan Dalam Islam

Setiap harinya, Google menerima situs baru yang bermunculan menawarkan permainan judi online ini. tak ada habisnya perkembangan judi online di Indonesia, walaupun pemerintah sendiri telah mengambil langkah tegas dengan memblokir situs ini, namun tetap saja banyak agen judi nakal yang nekat.

Walaupun pemerintah telah bertindak dengan memblokir situs tersebut, namun tetaps aja pemain yang nakan memanfaatkan perkembangan teknologi dengan memanfaatkan jaringan VPN untuk mengakses situs tersebut untuk bermain.

Banyak sekali pemain yang kecanduan dan tidak dapat melepaskan diri dari keinginannya untuk terus bermain. Banyaknya jenis permainan yang ditawarkan, bonus melimpah, hingga mudahnya akses untuk bermain menjadi godaan tersendiri di Bandar Togel Terpercaya bagi pemain untuk mencoba. Tapi, apapun alasannya semua tidak baik menurut pandangan Islam.

Banyak yang masih berpikiran bahwa berjudi juga memberikan dampak positif bagi kehidupan. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut. Banyak kerugian yang akan didapat saat anda memutuskan menjadi pemain judi. Dari segi agama, tentu hal ini dilarang termasuk Islam. Mengapa?

Bermain Judi Merusak Iman

Berjudi tentu menyebabkan rusaknya iman. Apakah terbukti? Tentu saja. Banyak orang yang lalai dan meninggalkan perintah agama karena tengah asyik berjudi. Inilah mengapa Islam melarang judi online. Tak hanya Islam, nampaknya agama lain pun sepakat dengan ini.

Bermain judi cukup menyita waktu, terlebih bagi pemain yang ingin mendapatkan untung besar. Inilah yang membuat permainan harus terus menerus dilakukan walaupun kondisi keuangan mereka tidak baik. Pemain ini akan melakukan apapun untuk terus bermain, walaupun berhutang.

Berjudi Menyebabkan Seseorang Lalai Beribadah dan Berdosa

Sama seperti yang telah dituliskan di atas, seseorang yang asyik bermain judi akan cenderung lalai beribadah, dan ia akan menolak beribadah. Padahal, dalam aturan agama Islam jelas bahwa seseorang yang meninggalkan kewajibannya untuk beribadah akan mendapat dosa.

Sayangnya, jika sudah asik si pemain tidak akan peduli. Mereka cenderung menikmati permainan yang dijalankan. Kewajiban yang harusnya ditunaikan pun dilupakan dengan mudahnya. Hal ini sebenarnya merugikan diri sendiri, karena selain menambah dosa, hatinya pun tidak akan tenang karena kurangnya iman.

Berjudi Menyebabkan Munculnya Masalah Keuangan

Siapapun yang berjudi, pasti kebanyakan akan mengalami masalah, terutama keuangan. Berjudi sendiri dilakukan dengan bertaruh sejumlah uang dengan nominal tertentu. Uang ini uang sungguhan dan jumlahnya tak sedikit.

Mempertaruhkan uang tentu beresiko juga keilangan uang saat pemain kalah. Akibatnya, pemain belum tentu mendapat untung, kadang malah rugi. Banyak yang kebilangan banyak uang dalam permainan ini. Tak jarang pemain berhutang demin mendapatkan uang untuk bermain.

Berjudi Menyebabkan Seseorang Kehilangan Tujuan Hidup

Berjudi tentu saja tidak baik, karena dapat menyebabkan hilangnya tujuan hidup seseorang. Hal ini bisa terjadi kepada orang yang telah memutuskan untuk berjudi online dalam hidupnya. Hal ini terutama bagi pemain yang sama sekali belum pernah menang.

Saat terus bermain, maka yang dirasakan tentu hanya penderitaan, gelisah, cemas, dan perasaan tak nyaman. Mereka tidak akan merasakan kehidupan yang nyaman dan tenang. Bahkan tak jarang mereka dilanda depresi. Tak jarang juga mereka dikejar rentenir atau debt collector akibat hutang.

Orang yang Berjudi Memiliki Potensi Untuk Melakukan Kejahatan

Seseorang yang bermain judi Togel online akan menghadapi hal tidak baik, dimana pemain memiliki potensi untuk melakukan kejahatan. Semua terjadi akibat tuntutan permainan judi yang dibuat. Adanya kekalahan tentu menjadi pemicu seseorang untuk melakukan kejahatan.

Saat seseorang telah kalah dan kehabisan uang atau modal, maka kondisi ini berpotensi membuat seseorang melakukan kejahatan yang melanggar hukum. Bisa saja mereka berbuat hal asusila, seperti merampok toko, kendaraan, atau melakukan kejahatan lain dengan tujuan untuk mendapatkan uang sebagai modalĀ  bermain.

Banyaknya keburukan dalam permainan judi hendaknya menjadi pertimbangan serius bagi anda yang ingin mencoba permainan ini. sekali bermain, maka mungkin saja anda akan kecanduan ingin bermain lagi dan lagi.

Berhenti menjadi seorang pemain judi bukanlah hal mudah. Butuh niat dan tekad kuat, sebab jika tak ada niat dan tekad anda bisa saja memanfaatkan cara lain agar tetap bisa mengakses situs judi tersebut.

Leave a Reply