Welcome

Review Film Stuber 2019

Perfilman indonesia terus tumbuh, kali ini tidak hanya untuk dinikmati oleh orang-orang indonesia. Namun diantaranya sudah ada yang go internasional, meskipun tidak banyak film layar lebar yang berhasil tembus ke internasional. Setidaknya sudah mewakili perfilman indonesia untuk bisa dinikmati banyak orang, termasuk tenaga kerja indonesia yang ada dinegara tersebut.

Peluang ini benar-benar dimanfaatkan oleh sang sutradara, untuk mengemas sebuah film epic yang dibangun dengan penuh keseriusan. Sehingga hasil yang didapatkan ini cukup memuaskan, bahkan digadang-gadang mampu bersaing dengan film Hollywood lainnya.

Mengharumkan nama Indonesia pada dunia perfilman Hollywood bukan hal mudah, namun Iko Uwais berhasil melaluinya dengan film barunya yang berjudul Stuber. Adu akting antara Kumail Nanjiani (dalam film The Eternals), Karen Gillan (dalam film Avengers: Endgame) dan Dave Bautista (dalam film Guardians of the Galaxy), aktor yang memilki usia 36 tahun tersebut mendapatkan peran sebagai Tedjo.

Melihat pada trailernya, nampaknya film buatan dari Michael Dowse ini (Goon) sengaja memberikan paduan aksi komedi dan terdapat aksi laga yang cukup menarik. Namun mampukah kesan ini dapat mewakili keseluruhan total yang ada dalam film Stuber? Jawabanya bisa Anda temukan dengan download film Stuber hanya di layarkaca21, tetapi bagi yang ingin mengutip sepenggal alur cerita dalam film ini. Anda bisa baca review yang kami berikan berikut.

Review Film Stuber 2019

Kekocakan sopir taksi bertemu polisi bengis

Stu (diperankan oleh Kumail Nanjiani) adalah sopir taksi daring dimana dia selalu mendrita kemalangan. Mulai dari urusan cinta, ditambah lagi ulasan yang selalau buruk setiap ada pengguna jasa transportasinya, membuat pria India tersebut akhirnya putus asa. Akan tetapi tidak berselang lama kesempatan itu juga datang , dimana dia berhasil mendekati wanita idamannya yaitu Becca (diperankan oleh Betty Gilpin).

Namun ketika harapan itu datang, muncul hambatan kembali dan dia harus bertemu dengan seorang polisi bengis bernama Vic Manning (diperankan oleh Dave Bautista). Tidak lama kemudian, Stu masuk dalam aksi yang mengacu adrenalinnya. Dimana dia harus melawan gerombolan geng, sampai akhirnya diserang oleh Tedjo (diperankan oleh Iko Uwais),dia adalah seorang pengedar narkoba kelas kakap. Karakter Stu berperan disini sebenarnya untuk menguatkan adegan komedi. Sementara, Vic hadir layaknya pahlawan dalam film-film laga.

Aksi Chan-Tucker di Rush Hour

Mungkin disini Anda telah melihat sedikit cuplikan yang dirilis 20th Century Fox, film Stuber menghadirkan tontonan aksi laga, dimana ada sisi komedi sebagai menu utamanya. Dapat dibilang, paduan dari kedua genre tersebut sudah bukan lagi menjadi hal baru. Terlebih saat memilih dua karakter utama yang mempunyai latar belakang budaya berbeda disini.

Tentunya, Anda juga ingat dengan beberapa aksi Jackie Chan dan Chris Tucker dalam tiga film Rush Hour lain pada tahun 1998-2007. Aksi konyol dari Tucker sangat menghibur dimana memadukan aksi laga komedi khas dari Chan. Hasilnya terbilang sukses dan sangat berkesan. Stuber mengambil sebuah tema yang bisa dibilang tidak asing lagi dan Anda mungkin sudah dapat menebak bagaimana alur cerita dalam film ini.

Tidak ada twist tersembunyi hingga akhir film ini. Jadi Anda tidak perlu cemas nantinya, karena pikiran Anda tidak akan dibuat bingung. Nikmati saja komedi yang ada dalam film ini, sedangkan berbicara tentang aksi, kombinasi bertarung dari Iko Uwais dalam film ini tidak perlu Anda diragukan lagi. Hampir semua aksi baku hantam yang terjadi di Stuber terbilang sukses dan akan membuat jantung Anda terpacu.

Menghibur tetapi masih kurang berkesan

Stuber bisa dibilang sukses menjadi salah satu film pilihan bagi penikmat layar lebar saat ini yang sedang mencari hiburan berbeda. Namun, dalam film ini tidak ada kesan mendalam, jadi Anda cukup duduk manis selama 93 menit ketika menonton film ini. Selain itu juga tidak mengusung beberapa narasi yang memikat, sehingga film Stuber ini kurang membuat penonton simpati dengan karakter yang ada.

Terdapat sangat jelas perbedaannya jika Anda bisa membandingkan dengan film Hangover (2009) dengan pemain didalamnya seperti Ed Helms, Bradley Cooper,  Zach Galifianakis, dan Justin Bartha. Meskipun sama-sama isinya tentang adegan konyol dan mengundang gelak tawa, namun film yang dibangun oleh Todd Philips (Joker) lebih berisikan karakter yang nyata dan akan membuat penonton dapat ikut merasakan kejadian yang ada.